Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengungumkan soal penggunduran waktu pelaksanaan penghentian siaran televisi (TV) analog atau analog switch off (ASO) tahap pertama di 15 kabupaten/kota yang dijadwalkan pada 17 Agustus mendatang.

Dan kini Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, saat jumpa pers virtual menegaskan jika ASO bakal diundur pelaksananya hingga tahun depan. “Tadinya, tahap pertama pada 17 Agustus. Namun karena pandemi, maka akan dilakukan dalam tiga tahap. Dan dimulai  pada 31 April 2022,” Johnny, Selasa (10/8).

Baca juga: Tahap Awal Migrasi Siaran TV Analog ke Digital Batal Digelar 17 Agustus

Sekedar informasi migrasi siaran televisi analog ke digital diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, bahwa ASO paling lambat dalam dua tahun sejak regulasi berlaku atau 2 November 2022.

emudian rencana penghentian siaran TV analog sudah diatur dalam Peraturan Menteri Menkominfo Nomor Nomor 6 Tahun 2021 tentang penyelengaraan penyiaran, termasuk waktu pelaksanaan yang terbagi dalam lima tahap, yang dimana dalam rencana awal tahap pertama bakal berlangsung paling lambat hingga 17 Agustus 2021.

Dan selanjutnya tahap kedua berlangsung paling lambat hingga 31 Desember, tahap ketiga hingga 31 Maret 2022, tahap keempat hingga 17 Agustus 2022 dan terakhir 2 November 2022. “Payung hukum mudah-mudahan segera minggu ini, dikeluarkan sebelum 17 Agustus,” tegas Johnny.

Kemudian memang salah satu potensi dari ASO itu ialah refarming atau penataan ulang frekuensi 700MHz, untuk kepentingan mengembangkan internet berkecepatan tinggi di tanah air.

Yang dimana menurut Muhammad Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) pita frekuensi 700 MHz dari sisi ekosistem merupakan yang paling matang.

Baca juga: DPR RI Minta Migrasi Siaran TV Digital Diundur, dan Fokus Sosialisasi  

“700 MHz dari sisi ekosistem itu merupakan yang paling matang, karena pita tersebut sudah lama menjadi alokasi 4G dan 5G. Hanya saja gelaranya di Indonesia memang terlambat, karena proses politik yang panjang untuk ASO sejak zaman Kementerian Telekomunikasi dan Informatika (Kominfo) dipimpin Tifatul Sembiring pada periode 2009–2014,” tutur Ridwan kepada Selular.

Kemudian secara karakteristik, pakar telekomunikasi yang juga seorang dosen di ITB ini menjelaskan frekuensi 700 MHz ini bakal menjadi andalan untuk coverage atau cakupan yang luas, namun lebar pintanya hanya 2×45 MHz Frequency Division Duplexing (FDD).