Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, Selular.ID – Kesadaran dan komitmen Indonesia terhadap keamanan digital semakin meningkat, begitu pula anggarannya. Sekitar 84% perusahaan Indonesia berencana menaikkan belanja TI mereka tahun ini.

44% dari perusahaan-perusahaan ini akan mengalokasikan lebih dari setengah anggaran TI mereka untuk investasi keamanan siber. Jumlah perusahaan di Indonesia yang berkomitmen untuk meningkatkan anggaran TI mereka lebih tinggi dari rata-rata ASEAN sebesar 73%.

Kendati demikian laju serangan siber di era pandemi tak dipungkiri datang cukup deras, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani melihat ada sisi positif perkembangan dari ruang digital tersebut, dengan bukti data dari Google dan Temasek mengenai proyeksi ekonomi digital Indonesia yang akan terus tumbuh dengan nilai potensi mencapai USD124 Miliar pada tahun 2024.

Baca juga: Hambat Pembahasan RUU PDP, Sebenarnya Seberapa ‘Penting’ Polemik Badan Keamanan data Pribadi?

“Besarnya potensi ekonomi digital ini tentunya membutuhkan jaringan konektivitas yang aman, mengingat hal tersebut dapat menjamin kelancaran inovasi bisnis dan eksperimen delivery yang aman bagi pengguna, namun derasnya laju pertukaran data dan informasi ini membawa serta sisi negatif berupa meningkatnya potensi risiko serangan siber yang dapat menghambat perkembangan ekonomi digital,” paparnya dalam ajang  Cyber Intelligence Forum Indonesia.

Namun demikian, pada saat bersamaan ada potensi serangan siber. Mengutip data Cyber Security Venture pada awal tahun 2021, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo memprediksi serangan siber akan menimbulkan kerugian sebesar USD6 Triliun secara global.

“Apabila hal ini terjadi, angka tersebut akan melebihi GDP Jepang sebagai negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia. Ini sebagai aspek strategis yang harus kita kawal dan jaga bersama, baik itu oleh sektor Pemerintah, bisnis maupun masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: Kasus Kebocoran Data BRI Life, DPR Minta Transparansi Laporan Ke Publik   

Kominfo dalam hal ini juga menyiapkan tiga pendekatan dalam meredam serangan siber dan menangani konten negatif yang dapat menghambat perkembangan ekonomi digital. ketiga strategi ini meliputi pendekatan di sisi hulu, tengah, dan hilir.

Di tingkat hulu, Semuel menceritakan Kementerian Kominfo berfokus pada upaya literasi digital. “Di mana kami bekerja sama dengan lebih dari 110 institusi yang meliputi komunitas, akademisi, lembaga pemerintahan dan sektor privat, untuk melaksanakan program nasional literasi digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi,” jelasnya.

Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, di tingkat menengah, pihaknya berfokus pada serangkaian tindakan preventif, antara lain; memblokir akses dan menurunkan konten yang menjadi sumber penyebaran konten negatif.

Baca juga:Meski Mandek, Kominfo Tetap Berkomitmen Menyelesaikan Segera RUU PDP

“Dalam melaksanakan tugas ini, kami bekerjasama dengan lebih dari 16 kementerian dan lembaga terkait. Untuk proses pemblokiran dan penurunan konten negatif, kami bekerjasama dengan penyelenggara sistem elektronik,” ujarnya.

Sedangkan di tingkat hilir, Dirjen Semuel menjelaskan dukungan Kementerian Kominfo dalam penegakan hukum guna mencegah penyebaran konten negatif yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban umum.  “Dalam hal penerapan tugas ini, kami bermitra dan berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan,” tandas Samuel.