Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta, Selular. ID – Bukalapak hangat saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan dihadiri oleh Jajaran Direksi dan Pemegang Saham. Selain memang memberikan paparan sekitar kinerja Bukalapak di sepanjang 2020, hal menariknya Jelas Brodjonegoro dan Yenny Wahid kini ditetapkan sebagai jejeran Komisaris utama platform e-commerce tersebut.

Merespon hal itu, Bambang mengungkapkan semangatnya untuk berkolaborasi bersama-sama Bukalapak. Menurutnya inovasi serta teknologi menjadi hal vital yang harus diadopsi agar UMKM berkembang.

“Menjadi bagian dari keluarga besar Bukalapak yang berfokus untuk menciptakan akses pasar berbasis teknologi, diharapkan mau memberikan dampak yang bertambah besar pada adopsi teknologi di UMKM serta pembaruan yang mengarah pada transformasi digital dan penguatan UMKM, ” kata mantan Gajah Riset dan Teknologi (Menristek) itu.

Menyuarakan juga:   Video: Mudahnya Transaksi di Tokopedia

Senada dengan Jelas, Yenny Wahid juga menguatkan harapannya sebagai bagian daripada keluarga besar Bukalapak. Menurutnya Bukalapak telah menciptakan wadah pasar strategis bagi UMKM untuk terus berkembang berbarengan dengan kemajuan digital.

“Dengan bergabung beriringan Bukalapak, diharapkan dapat membuat sinergis yang melahirkan lebih banyak peluang usaha buat membantu UMKM dan mendukung pemulihan ekonomi nasional, ” tambahnya.

Tatkala dalam RUPS CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, menjabarkan kemampuan Bukalapak sepanjang tahun 2020, yang dimana platform e-dagang karya anak bangsa ini di 2020 berhasil mencetak peningkatan 4 juta Pelapak dan Mitra Bukalapak.

“Sehingga kini Bukalapak memiliki lebih dari enam. 5 juta Pelapak, 7 juta Mitra Bukalapak dan 100 juta pengguna yang 70% didominasi oleh pengguna di luar kota mulia. Hal ini menunjukan kedudukan digitalisasi Bukalapak tidak cuma berpusat di kota-kota tinggi tetapi juga menjangkau seluruh daerah yang memiliki tantangan akses dan infrastruktur, ” kata Rachmat.

Baca juga:   4 Sepak Terjang Shopee yang Penuh Kontroversi

Di 2021 ini   Bukalapak menurut Rachmat akan terus melakukan pengembangan fitur dan layanan baik di dalam platform marketplace ataupun O2O (online to offline), buat menjawab kebutuhan di sedang masyarakat, terlebih di situasi pandemi seperti sekarang itu.

“Bukalapak bakal terus melanjutkan komitmennya buat menjadi platform online serta O2O   untuk menciptakan akses pasar kepada sapa saja untuk melakukan kesibukan jual beli dengan dukungan ekosistem bisnis dan teknologi yang dapat diakses yang mana saja dan kapan saja untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, ” tandasnya.