Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, Selular.ID – Ovo bersama Bareksa, dan Syailendra Capital, menghadirkan produk investasi terbaru, yaitu Reksa Dana Syariah Syailendra Ovo Bareksa Tunai Likuid (Reksa Dana Syariah Sobat Likuid) di aplikasi Ovo.

Hadirnya produk reksa dana pasar uang syariah yang bisa dicairkan secara instan ke uang elektronik (e-money) menurut Hadibrata Mantik, Head of OVO Invest adalah dengan melihat perkembangan gaya hidup syariah di negara-negara bermayoritas Muslim, termasuk Indonesia, bahkan di dunia semakin besar dari tahun ke tahun. Potensi Indonesia yang besar dalam ekonomi syariah juga sudah mulai terlihat progresif.

Menurut laporan Global Islamic Economy Report, permintaan akan produk dan layanan yang berbasis syariah meningkat cukup signifikan. Ekonomi syariah di Indonesia meningkat dari posisi ke 10 pada 2018 menjadi posisi ke 4 pada 2020. Hal ini berbanding lurus dengan temuan survei yang dilakukan Ovo, setidaknya 40% pengguna Ovo menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi produk investasi berbasis syariah di aplikasi Ovo.

“Dengan hadirnya Reksa Dana Syariah Syailendra Ovo Bareksa Tunai Likuid di aplikasi Ovo, kami ingin memberikan pilihan yang lebih beragam bagi pengguna OVO dalam berinvestasi. Tidak hanya itu, produk ini menggarisbawahi komitmen kami dalam membuka akses yang terjangkau, terpercaya, dan nyaman dalam pengelolaan investasi.” ujar Mantik.

Mantik menyebut, seperti reksa dana pasar uang yang sebelumnya sudah diluncurkan pada halaman Ovo Invest pada aplikasi OVO, Reksa Dana Syariah Syailendra Ovo Bareksa Tunai Likuid juga memiliki beberapa keuntungan dan kemudahan.

Pengguna Ovo bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp 10.000. Lalu ada juga fitur pencairan secara cepat, yaitu fitur unik yang memungkinkan investor untuk mencairkan investasi mereka ke saldo Ovo Cash dengan sangat cepat, sehingga nyaman digunakan untuk pembayaran transaksi uang elektronik. Fitur ini menjadi yang pertama hadir di Indonesia dalam hal produk reksa dana pasar uang syariah dengan pencairan instan ke uang elektronik.

Sesuai namanya, produk Reksa Dana Syariah Syailendra Ovo Bareksa Tunai Likuid akan berfokus pada pengelolaan aset-aset syariah yang sesuai dengan tata kelola produk investasi syariah. Meskipun dapat dimiliki dengan biaya yang minim, produk ini menawarkan bagi hasil investasi yang lebih tinggi dari produk deposito dengan target bagi hasil mulai dari 3% hingga 6%. Sehingga pengguna Ovo kini bisa mendapatkan imbal balik yang cukup baik atas dana yang disimpan di Ovo.

Sementara Harnugama, Direktur Syailendra Capital, menjelaskan bahwa Syailendra Capital yang memiliki total AUM lebih dari Rp 25 T (termasuk RDPT & KPD) pada akhir Desember 2020, melihat antusiasme investor ritel dan menawarkan produk reksa dana pasar uang syariah karena pilihan tersebut adalah yang paling mudah serta minim resiko untuk nasabah bertransaksi online.

“Dengan nilai beli minimum yang terjangkau, harapannya produk ini dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan investasi masyarakat, sehingga mereka semakin dekat dengan goals atau tujuan keuangan yang ingin dicapai,” papar Harnugama.

Ni Putu Kurniasari, Chief Research and Business Development Officer Bareksa, menjelaskan perkembangan industri reksadana syariah sepanjang dua tahun terakhir cukup pesat, yang tercermin dari data dana kelolaan dan pangsa pasar industri.

Baca Juga:Top Up Ovo Kini Bisa Dilakukan di Warung

Menurut data OJK, nilai dana kelolaan reksadana syariah mencapai Rp77,5 triliun per April 2021, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp34,5 triliun per akhir 2018. Pada saat yang sama, pangsa pasar reksadana syariah juga membesar menjadi 13,65% pada akhir April 2021. Angka ini melesat dibandingkan dengan 6,82% saja per akhir 2018.

Prita Hapsari Ghozie, Perencanaan keuangan, GCertFP, CFP menilai saat ini ekonomi syariah sudah bukan lagi menjadi tren tapi sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat Indonesia. Karena itu, kehadiran reksa dana pasar uang syariah di Ovo bisa menjadi pilihan lain bagi masyarakat yang ingin berinvestasi namun dengan tetap mengedepankan prinsip syariah.