Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, Selular.ID – Implementasi kebijakan migrasi siaran analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO), selain memang dibutuhkan sebagai langkah penataan ulang atau refarming frekuensi 700MHz, yang digunakan untuk siaran televisi teresterial analog, dan kemudian digunakan untuk mengembangkan internet berkecepatan tinggi sangat potensial, terlebih frekuensi tersebut digadang-gadang memang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk 5G.

Anggota Komisi I DPR RI Rachel Maryam Sayidina menilai pelaksanaan ASO dalam program digitalisasi yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membutuhkan persiapan dan kesiapan secara matang baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat.

Baca juga: Migrasi ‘Analog Switch Off’ Tahap Pertama Diharapkan Mundur     

“Hingga kini pun belum ada pembahasan dengan Komisi I DPR RI terkait skema penyaluran set top box (STB). Sehingga, perlu menjadi perhatian, jangan sampai penyalurannya tidak merata ke masyarakat. Sementara pemerintah telah mewacanakan akan mematikan siaran TV analog beralih ke digital hingga November 2021. Apabila hal ini terjadi, banyak masyarakat yang tidak bisa lagi menonton siaran TV sebagai media hiburan di tengah pandemi. Jadi pemerintah harus mempertimbangkan hal ini,” jelas Rachel.

Sehingga Rachel mengingatkan agar pemerintah tidak boleh tergesa-gesa, terutama dalam hal pengadaan dan pendistribusian perangkat alat bantu berupa STB yang dijanjikan pemerintah akan dibagikan ke masyarakat secara gratis.

Rachel juga mempertanyakan sejauh mana langkah pemerintah dalam menyiapkan perangkat pendukung siaran digitalisasi ini. Ia tak yakin jika program tersebut dapat optimal dilakukan ditengah kondisi pandemi.

Baca juga: Kominfo Targetkan Distribusi Set Top Box Selesai Sebelum Siaran Analog Dihentikan  

“Tentunya kita harus melihat sejauh mana langkah pemerintah dalam mempersiapkan perangkat pendukung siaran digitalisasi untuk masyarakat,” terang politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Selain itu, lanjut Rachel, perlu dipertimbangkan juga sejauh mana kesiapan masyarakat menerima siaran digitalisasi dalam kondisi pandemi saat ini.

Karena faktanya masyarakat tengah terpuruk secara kesehatan dan ekonomi. Sehingga jika ditambah program digitalisasi yang mengharuskan masyarakat membeli TV digital atau menunggu STB dari pemerintah yang belum jelas kapan sampai dirumah mereka, maka berpotensi menjadi beban tambahan masyarakat kedepan.

Baca juga: Pengamat: Ekosistem Frekuensi 700MHz Merupakan yang Paling Matang  

Sebelumnya hal senada juga disampaikan Heru Sutadi, Pengamat Informasi Teknologi kepada selular, yang dimana ia menyampaikan jika proses ASO bukan lah waktu yang tepat karena sejatinya memang pemerintah harus fokus pada penanggulangan covid-19 yang sangat memukul masyarakat.

Dan terkatik distribusi STB, Heru juga menilai idealnya perlu percepatan, sehingga harus masyarakatnya ready dulu memiliki STB atau sudah memiliki TV digital, maka ASO bisa dilakukan sesuai rencana.

Sekedar informasi soal pengadaan STB sebagai alat bantu siaran digital dari TV analog jumlah kebutuhanya sangat besar.  Setidaknya membutuhkan sekitar 6,8 juta unit STB, untuk 277,7 juta masyarakat miskin, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, dengan asumsi satu keluarga terdiri dari dua anak.